Category Archives: Artikel

Manfaat Menggunakan Mesin Pengemas

Hand sealer merupakan alat canggih untuk mengemas plastic. Alat ini sangat dibutuhkan oleh home industry karena sangat bermanfaat untuk membantu pengemasan produk. Cara kerja alat ini yaitu dengan memanfaatkan pemanas elektrik untuk merekatkan plastic. Alat ini sangat berguna  untuk membantu mengemas produk menjadi lebih rapid an dapat meningkatkan nilai jual produk. Alat perekat plastic ini juga sangat mudah untuk digunakan sehingga anda tidak perlu susah payah membaca buku panduannya. Saat ini banyak tersedia berbagai jenis alat perekat plastic. Bahkan satu alat bisa memiliki dua fungsi sekaligus. Salah satunya yaitu alat perekat plastic yang juga ditambah dengan cutter atau alat pemotong.

Salah satu jenisnya yaitu Hand sealer with cutter FS-400C. alat ini sangat multifungsi karena memiliki mesin pemotong yang letaknya disamping. Cara kerjanya pun dapat memotong plastic setelah melalui proses sealing atau perekatan. Sehingga jika plastic yang telah anda rekatkan terlau panjang, anda tidak perlu susah dan repot untuk memotong plastic menggunakan gunting. Tinggal menuju alat disampingnya yaitu cutter untuk memotong lebihan plastic. Alat ini juga terbuat dari aluminium yang tahan karat dan dilengkapi dengan indicator lampu LED. Satu alat yang memiliki dua fungsi sangat bermanfaat bagi home industry yang menghasilkan produk-produk yang dikemas dengan kemasan plastic berukuran kecil.
Ada beberapa keunggulan dari menggunakan alat perekat plasik, diantaranya:
  1. Ukuran yang kecil sehingga mudah digunakan oleh siapapun.
  2. Cara kerjanya tidak rumit, sehingga orang akan mudah memahami.
  3. Dapat merekatkan plastik makanan agar makanan tahan lama
  4. Dapat mengemas produk yang berukuran kecil seperti bumbu masak.

 

Sumber

Fungsi Mesin Vakum Makanan

Mesin Vacuum atau mesin pengemas hampa udara pengertiannya adalah mesin ini menyedot atau menghilangkan udara yang terdapat dalam sebuh ruangan dalam hal ini yaitu kemasan plastik. Sehingga kemasan yang sudah di vacuum kecil sekali kandungan udara yang ada didalamnya.

Produk apa saja yang bisa di vacuum ?

Tidak semua produk bisa dan harus di vacuum, ada beberapa kriteria produk yang memang harus di vacuum. Produk apa saja kah akan yang lebih baik jika mengemasnya  dengan  vacuum packaging?

Frozen Food  contoh : bakso, sosis, nugget, dll
Biji- bijian : beras, beras merah, ketan, kacang tanah, kacang hijau, dll
Olahan tepung : mie, roti lapis, roti spiku, dll
Daging ikan, daging sapi, daging ayam,  fillet, dll
Komoditi yang ingin lebih di efisienkan kemasannya :  Bantal, Guling, Boneka, dll 


Ataupun produk lain yang sifatnya tidak tahan lama tanpa bantuan pengawet, bahan pengawet sendiri tentunya sangat tidak baik bagi kesehatan. Sehingga dengan di vacuum akan menambah keawetan produk 30 – 50 % daripada di kemas dengan tidak di vacuum.

Untuk produk yang di vacuum, kemasannya pun tidak sembarang plastik yang bisa di vacuum. Ada plastik khusus untuk  vacuum jenisnya adalah nylon. Plastik nylon ini memiliki tingkat elastisitas dan daya kerat yang kuat, sehingga jika sudah di vacuum dengan plastik nylon, kemasan tidak akan mudah bocor. Sehingga harga plastik nylon pun relatif mahal.

Harga plastik yang mahal tentunya sebanding dengan manfaat yang akan dihasilkan, awet, health, higienis ketiga hal tersebut akan ada di produk anda. Dan tentunya akan menambah daya tarik dan keunggulan produk anda. Selain itu dengan produk yang awet lebih lama, anda dapat menekan kerugian akibat produk yang tidak laku terjual.

Untuk Detail Harga mesin vakum bisa menghubungi kami.

Sumber : Artikel

Mesin Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

1bbd3-images_2

Pada dasarnya Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diproses melalui 3 tahap yaitu : penyaringan, desinfeksi, dan pengisian.
· Penyaringan.dimaksudkan untuk menghilangkan partikel padat dan gas-gas yang terkandung dalam air.
· Desinfeksi bertujuan untuk membunuh bakteri patogen dalam air.
· Pengisian merupakan tahap akhir proses produksi dimana air dimasukkan melalui sebuah peralatan yang dapat melindungi air tersebut dari kontaminasi selama pengisian ke dalam kemasan.

  1. BAHAN BAKU
Bahan baku utama yang digunakan adalah air yang diambil dari sumber yang terjamin kualitasnya, untuk itu beberapa hal yang perusahaan lakukan untuk menjamin mutu bahan baku air meliputi :
· Pemeriksaan organoleptik, fisika, kimia, mikrobiologi dan radio aktif.
· Sumber air baku harus terlindung dari cemaran kimia dan mikrobiologi yang bersifat merusak / mengganggu kesehatan.

  2. MESIN DAN PERALATAN.
Mesin dan peralatan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi AMDK, memperhatikan beberapa hal yaitu :
2.1. Bahan mesin dan peralatan
Seluruh mesin dan peralatan yang kontak langsung dengan air harus terbuat dari bahan yang tara pangan (food grade), tahan korosi dan tidak bereaksi dengan bahan kimia.
2.2. Jenis mesin dan peralatan
Mesin dan peralatan dalam proses produksi AMDK minimal terdiri dari :
2.2.1. Bak atau tangki penampung air baku
2.2.2. Unit pengolahan air (water treatment).
Unit pengolahan air di perusahaan memiliki alat desinfeksi seperti : ozonator,& lampu UV. Tindakan desinfeksi selain menggunakan ozon, dapat ditambahkan cara lain yang efektif seperti penyinaran Ultra Violet (UV).
Sesuai dengan kualitas bahan baku utama, unit pengolahan air terdiri dari :
a. Prefilter
Fungsi Prefilter adalah menyaring partikel-partikel yang kasar, dengan bahan dari pasir atau jenis lain yang efektif dengan fungsi yang sama.
b. Filter karbon aktif
Fungsi filter karbon aktif adalah sebagai penyerap bau, rasa, warna, sisa khlor dan bahan organik.
c. Mikrofilter
Fungsi mikrofilter adalah sebagai saringan halus berukuran maksimal 10
(sepuluh) mikron.
2.2.3 Mesin pencuci kemasan (bottle washer)
2.2.4 Mesin Pengisi kemasan (filling machine)
2.2.5 Mesin penutup kemasan (capping machine)

  3. FASILITAS LABORATORIUM
Untuk menguji AMDK perusahaan harus memiliki laboratorium pengawasan mutu. Peralatan laboratorium
harus mampu menganalisa parameter uji mikrobiologi dan uji fisiko-kimia yang minimal diperlukan. Peralatan
yang harus dimiliki laboratorium AMDK antara lain adalah :
· otoklaf
· oven
· incubator
· pH meter
· konduktivitimeter
· turbidimeter
· peralatan pengujian mikrobiologi
· peralatan gelas antara lain cawan petri, erlenmeyer, dll
Perusahaan harus memiliki seseorang yang mampu mengoperasikan peralatan laboratorium untuk pengujian mutu air

  4. PROSES PRODUKSI
Urutan proses produksi AMDK adalah sebagai berikut :
4.1. Penampungan air baku dan syarat bak penampung.
Air baku ditampung dalam bak atau tangki penampung (reservoir). Bila sumber air letaknya jauh dari pabrik, maka air tersebut dapat dialirkan melalui pipa atau diangkut menggunakan tangki. Tangki, selang, pompa, dan sambungan harus terbuat dari bahan tara pangan, tahan korosi dan bahan kimia. Tangki harus dibersihkan, disanitasi, dan diinspeksi, luar dan dalam minimal 1(satu) bulan sekali.
Persyaratan Tangki terdiri atas :
· Mudah dibersihkan serta didesinfeksi dan diberi pengaman.
· Harus mempunyai manhole.
· Pengisian dan pengeluaran air harus melalui kran
· Selang dan pompa yang dipakai untuk bongkar muat air baku harus diberi penutup yang baik, disimpan dengan aman dan dilindungi dari kemungkinan kontaminasi.
· Khusus digunakan untuk air
4.2. Penyaringan dilakukan secara bertahap yang terdiri dari :
1. Prefiltrasi.
Penyaringan menggunakan pasir atau saringan lain yang efektif dengan fungsi yang sama. Fungsi saringan pasir adalah menyaring partikel-partikel yang kasar. Bahan yang dipakai adalah butir-butir silika (SiO2) minimal 95%. Ukuran butir-butir yang dipakai tergantung dari mutu kejernihan air yang dinyatakan dalam NTU.
2. Penyaringan dengan karbon aktif.
Fungsi penyaringan dengan karbon aktif adalah untuk menyerap bau, rasa, warna, sisa khlor dan bahan organik.
Bahan baku karbon aktif bisa berasal dari batu bara atau batok kelapa.
Daya serap terhadap I2 minimal 75% berdasarkan SNI 06-4253-1996 atau revisinya.
3. Penyaringan dengan mikrofilter
Penyaringan dengan mikrofilter berukuran maksimal 10 (sepuluh) mikron, berfungsi menyaring partikel halus.
4.3. Desinfeksi.
Proses desinfeksi dapat berlangsung dalam tangki pencampur ozon dan selama ozon masih ada dalam kemasan.
Kadar ozon pada tangki pencampur minimal 2 ppm dan kadar residu ozon sesaat setelah pengisian berkisar antara 0,1-0,4 ppm.
Pemeriksaan kadar residu ozon dilakukan secara periodik dan didokumentasikan dalam administratif perusahaan. Tindakan desinfeksi dapat ditambah dengan menggunakan penyinaran lampu Ultra Violet (UV).
Catatan :
Jika menggunakan lampu ultra violet (UV), harus dengan panjang gelombang 254 nm atau
2537 Ao dengan intensitas minimum 10.000 mw detik per cm2.

4.4. Pencucian kemasan.

4.4.1. Kemasan sekali pakai.
Kemasan sekali pakai tidak diharuskan dicuci dan/atau dibilas, tetapi jika hal ini
dilakukan, maka harus secara saniter.
4.4.2. Kemasan dipakai ulang.
Kemasan yang dapat dipakai ulang harus dicuci dan disanitasi dalam mesin pencuci botol. Untuk membersihkan botol dapat digunakan berbagai jenis detergent yang aman untuk pangan dengan suhu 60-85 0C, sedangkan untuk sanitasi dapat digunakan air ozon atau desinfektan lain yang aman untuk pangan.
4.4.3. Pemeriksaan
Pemeriksaan kemasan dilakukan secara visual dengan teliti sebelum pencucian.
4.4.4. Tutup kemasan
Tutup kemasan harus hygienis.
4.5. Pengisian, penutupan dan pengepakan.
1. Pengisian dan penutupan
Pengisian dan penutupan botol atau gelas harus dilakukan dengan cara higienis dalam ruang pengisian yang bersih dan saniter. Suhu dalam ruang pengisian maksimal 250 C.
2. Pengepakan
Pengepakan AMDK dapat berupa : kotak karton, shrink plastik,atau krat plastik.

5. Bahan Kemasan dan Persyaratannya.
1. Bahan
Kemasan AMDK dapat dibuat dari kaca, Poli Etilen (PE), Poli Propilen (PP), Poli Etilen Tereftalat (PET), Poli Vinil Khlorida (PVC), atau Poli Karbonat (PC). Untuk kemasan yang terbuat dari kaca harus sesuai dengan SNI 12-0037-1987 atau revisinya.
2. Persyaratan.
Kemasan AMDK pakai ulang dari bahan plastik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a). memenuhi syarat tara pangan (food grade).
b). Ketebalan minimal 0,5 milimeter.
c). Tahan suhu minimal 600 C, dengan waktu kontak minimal 15 detik.
d). Tidak bereaksi terhadap bahan pencuci dan desinfektan.
Kemasan yang tidak memenuhi kriteria diatas tidak boleh dipakai ulang.

6. Pengendalian dan Pengujian mutu.
Metode pengujian mutu AMDK dilakukan sesuai SNI 01-3554-1998 atau revisinya. Pengendalian mutu dilakukan dengan cara mengambil 2 (dua) sampel pada saat pembotolan dimana 1 (satu) sampel diuji pada saat itu dan 1 (satu) sampel lainnya diuji pada hari keenam.
Adapun parameter yang harus diuji minimal adalah :
· Keadaan air : bau, rasa, warna.
· pH
· Kekeruhan
· Cemaran mikroba : angka lempeng total, bakteri bentuk coli.

Sumber : Pedoman Proses

Sejarah Singkat Penggunaan Plastik Wrap

plastic_wrap.jpg.838x0_q80-750x530

Plastik Wrapping adalah jenis plastik film yang tipis, dengan ketebalan 0.010 sampai dengan 0.020 mikron. Plastik Wrapping ini pada awalnya ditemukan secara tidak sengaja dari suatu percobaan laboratorium kimia pada tahun 1933, dimana tujuan dari percobaan itu adalah untuk membuat plastik berbahan keras yang dapat digunakan sebagai cover mobil. Ternyata yang dihasilkan adalah plastik dengan karakteristik unik, sebagai berikut :

  • transparan (tembus cahaya)
  • tidak mudah sobek meskipun berbahan lemas, sehingga mudah dibentuk
  • tahan akan asam untuk menghindari kotoran atau bakteri
  • kedap akan air, uap maupun minyak yang cukup panas

Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata bahan ini dapat digunakan di frezeer maupun di microwave untuk menjaga aroma dan kelembaban makanan maupun sayuran supaya tetap segar/fresh dan hangat.

Pada awalnya plastik wrapping ini dibuat dengan menggunakan bahan PVDC (Polyvinylidene chloride). Namun seperti kita ketahui, bahan ini sangat berbahaya untuk kesehatan manusia, terutama bila digunakan untuk membungkus makanan. Oleh karena itu, bahan pembuatannya diganti menjadi bahan LDPE, (Low Density Poly Ethylene) sehingga lebih aman untuk pemakaian sehari-hari dalam rumah tangga maupun industri makanan.

Dengan kelebihan-kelebihan ini, maka plastik wrapping dipakai untuk untuk menambah penampilan/display produk makanan, sayuran-sayuran, kue-kue di rumah makan, restoran, supermarket maupun ditempat penjualan bakery, karena dapat menjaga kestabilan rasa, aroma maupun penampilannya.

Sumber : Serba-Serbi Plastik

Cara Membuat Bakso Sapi dan Proses Pengemasannya


Siapa sih yang tidak mengenal BAKSO, jajanan khas Indonesia yang sudah mendunia ini merupakan kuliner yang sangat digemari di setiap lapisan masyarakat. Tua, muda, anak-anak, dewasa, semua suka kuliner makanan yang berbentuk bulat ini. 

Pedagang bakso pun sudah menjamur di seantero negeri, baik yang mendirikan kios, maupun yang hanya menggunakan pikulan. Bahkan dengan nama yang unik, Bakso Granat, Bakso Setan, Bakso Janda, dan bakso lain-lain.